Surat Al-Anfal.mp3 (Al-Qur’an)

Download Surat Al-Anfal.mp3 (Al-Qur’an)

Advertisements

Surat Al-Araf.mp3 (Al-Qur’an)

Surat Al-Anam.mp3 (Al-Qur’an)

Surat Al-Maidah.mp3 (Al-Qur’an)

Surat An-Nisa.mp3 (Al-Qur’an)

Surat al-imran.mp3 (al-qur’an)

SURAT AL-BAQARAH DAN TERJEMAHAN (mp3, al-qur’an)

SURAT AL-BAQARAH DAN TERJEMAHAN
 
alif-laam-miim
[2:1] Alif laam miin.10
 
 
dzaalika alkitaabu laa rayba fiihi hudan lilmuttaqiina
[2:2] Kitab11 (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,12
 
 
alladziina yu/minuuna bialghaybi wayuqiimuuna alshshalaata wamimmaa razaqnaahum yunfiquuna
[2:3] (yaitu) mereka yang beriman13 kepada yang ghaib,14 yang mendirikan shalat,15 dan menafkahkan sebahagian rezki16 yang Kami anugerahkan kepada mereka.
 
 
waalladziina yu/minuuna bimaa unzila ilayka wamaa unzila min qablika wabial-aakhirati hum yuuqinuuna
[2:4] dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu,17 serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.18
 
 
ulaa-ika ‘alaa hudan min rabbihim waulaa-ika humu almuflihuuna
[2:5] Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.19
 
 
inna alladziina kafaruu sawaaun ‘alayhim a-andzartahum am lam tundzirhum laa yu/minuuna
[2:6] Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.
 
 
khatama allaahu ‘alaa quluubihim wa’alaa sam’ihim wa’alaa abshaarihim ghisyaawatun walahum ‘adzaabun ‘azhiimun
[2:7] Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka20, dan penglihatan mereka ditutup21. Dan bagi mereka siksa yang amat berat
 
 
wamina alnnaasi man yaquulu aamannaa
[2:8] Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian22,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
 
 
yukhaadi’uuna allaaha waalladziina aamanuu wamaa yakhda’uuna illaa anfusahum wamaa
yasy’uruuna
[2:9] Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
 
 
fii quluubihim maradhun fazaadahumu allaahu maradhan walahum ‘adzaabun aliimun bimaa kaanuu yakdzibuuna
[2:10] Dalam hati mereka ada penyakit23, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.
 
 

wa-idzaa qiila lahum laa tufsiduu fii al-ardhi qaaluu innamaa nahnu mushlihuuna
[2:11] Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi24“. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.”
 
 
alaa innahum humu almufsiduuna walaakin laa yasy’uruuna
[2:12] Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.
 
 
wa-idzaa qiila lahum aaminuu kamaa aamana alnnaasu qaaluu anu/minu kamaa aamana alssufahaaualaa innahum humu alssufahaau walaakin laa ya’lamuuna
[2:13] Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman.” Mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu.
 
 
wa-idzaa laquu alladziina aamanuu qaaluu aamannaa wa-idzaa khalaw ilaa syayaathiinihim qaaluu innaa ma’akum innamaa nahnu mustahzi-uuna
[2:14] Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka25, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.”
 
 
allaahu yastahzi-u bihim wayamudduhum fii thughyaanihim ya’mahuuna
[2:15] Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.
 
 
ulaa-ika alladziina isytarawuu aldhdhalaalata bialhudaa famaa rabihat tijaaratuhum wamaa kaanuu muhtadiina
[2:16] Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
 
 
matsaluhum kamatsali alladzii istawqada naaran falammaa adhaa-at maa hawlahu dzahaba allaahu binuurihim watarakahum fii zhulumaatin laa yubshiruuna
[2:17] Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api26, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
 
 
shummun bukmun ‘umyun fahum laa yarji’uuna
[2:18] Mereka tuli, bisu dan buta27, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar),
 
 
aw kashayyibin mina alssamaa-i fiihi zhulumaatun wara’dun wabarqun yaj’aluuna ashaabi’ahum fiiaatsaanihim mina alshshawaa‘iqi hadzara almawti waallaahu muhiithun bialkaafiriina
[2:19] atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir,sebab takut akan mati28. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir29.
 
 
yakaadu albarqu yakhthafu abshaarahum kullamaa adhaa-a lahum masyaw fiihi wa-idzaa azhlama ‘alayhim qaamuu walaw syaa-a allaahu ladzahaba bisam’ihim wa-abshaarihim inna allaaha ‘alaa kulli syay-in qadiirun
[2:20] Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.
yaa ayyuhaa alnnaasu u’buduu rabbakumu alladzii khalaqakum waalladziina min qablikum la’allakum tattaquuna
[2:21] Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,
 
 
alladzii ja’ala lakumu al-ardha firaasyan waalssamaa-a binaa-an wa-anzala mina alssamaa-i maa-an fa-akhraja bihi mina altstsamaraati rizqan lakum falaa taj’aluu lillaahi andaadan wa-antum ta’lamuuna
[2:22] Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah30, padahal kamu mengetahui.
 
 
wa-in kuntum fii raybin mimmaa nazzalnaa ‘alaa ‘abdinaa fa/tuu bisuuratin min mitslihi waud’uu syuhadaa-akum min duuni allaahi in kuntum shaadiqiina
[2:23] Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah31 satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
 
 
fa-in lam taf’aluu walan taf’aluu faittaquu alnnaara allatii waquuduhaa alnnaasu waalhijaaratu u’iddat lilkaafiriina
[2:24] Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) – dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya) -, peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.
 
 
wabasysyiri alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati anna lahum jannaatin tajrii min tahtihaaal-anhaaru kullamaa ruziquu minhaa min tsamaratin rizqan qaaluu haadzaa alladzii ruziqnaa min qablu wautuu bihi mutasyaabihan walahum fiihaa azwaajun muthahharatun wahum fiihaakhaaliduuna
[2:25] Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya32.
 
 
inna allaaha laa yastahyii an yadhriba matsalan maa ba’uudhatan famaa fawqahaa fa-ammaaalladziina aamanuu faya’lamuuna annahu alhaqqu min rabbihim wa-ammaa alladziina kafaruu fayaquuluuna maatsaa araada allaahu bihaadzaa matsalan yudhillu bihi katsiiran wayahdii bihi katsiiran wamaa yudhillu bihi illaa alfaasiqiina
[2:26] Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu33. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan : “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?.” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah34, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,
 
 
alladziina yanqudhuuna ‘ahda allaahi min ba’di miitsaaqihi wayaqtha’uuna maa amara allaahu bihi an yuushala wayufsiduuna fii al-ardhi ulaa-ika humu alkhaasiruuna
[2:27] (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
 
 
kayfa takfuruuna biallaahi wakuntum amwaatan fa-ahyaakum tsumma yumiitukum tsumma yuhyiikum tsumma ilayhi turja’uuna
[2:28] Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?
 
 
huwa alladzii khalaqa lakum maa fii al-ardhi jamii’an tsumma istawaa ilaa alssamaa-i fasawwaahunna sab’a samaawaatin wahuwa bikulli syay-in ‘aliimun
[2:29] Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
 
 
wa-idz qaala rabbuka lilmalaa-ikati innii jaa‘ilun fii al-ardhi khaliifatan qaaluu ataj’alu fiihaa man yufsidu fiihaa wayasfiku alddimaa-a wanahnu nusabbihu bihamdika wanuqaddisu laka qaala innii a’lamu maa laa ta’lamuuna
[2:30] Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”